Polres Halmahera Barat melalui Polsek Loloda terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Pada Rabu, 7 Januari 2026, personel Polsek Loloda melaksanakan monitoring situasi banjir di Desa Pumadada, Kecamatan Loloda Tengah, setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Selasa hingga Rabu.

Akibat curah hujan yang tinggi, air meluap dan menggenangi 39 rumah warga dengan ketinggian sekitar 50 cm. Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp70 juta.
Personel Polsek Loloda bergerak cepat menuju lokasi untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Pada pukul 03.30 WIT, air sempat surut dan warga mulai membersihkan rumah masing-masing. Namun, sekitar pukul 04.37 WIT debit air kembali meningkat hingga menutupi ruas jalan dan masuk ke rumah warga. Kondisi mulai berangsur normal pada pukul 06.00 WIT saat air kembali surut.
Seluruh rangkaian kegiatan monitoring berjalan aman dan kondusif hingga pukul 11.30 WIT. Polsek Loloda juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan aparat desa guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan, mengingat curah hujan di wilayah Loloda Tengah masih cukup tinggi.
Melalui langkah cepat ini, Polri menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat warga menghadapi bencana alam, sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan kemanusiaan.














