Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate resmi mencabut peringatan potensi tsunami, lima jam pasca-gempa bumi yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada Kamis (02/04).

Gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang berpusat di laut pada jarak 129 kilometer tenggara Bitung tersebut sebelumnya sempat memicu kepanikan di sejumlah wilayah, termasuk Ternate, Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, dan Halmahera Selatan (Halsel).
Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Hermizal, mengonfirmasi pencabutan status tersebut.
“Masyarakat yang ingin kembali ke tempat tinggalnya sudah diperbolehkan, namun tetap harus memperhatikan kondisi fisik bangunan pasca-gempa,” ujar Hermizal.
Merespons perkembangan situasi, Kapolres Halsel, AKBP Hendra Gunawan, S.H., S.I.K., M.M., langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan di kantor BMKG Halmahera Selatan guna memastikan keselamatan warga.
Melalui Kasi Humas Polres Halsel, IPDA Hermansyah, Kapolres mengimbau masyarakat untuk kembali beraktivitas secara normal.
“Potensi tsunami telah resmi dicabut oleh BMKG. Kami mengimbau warga Halsel untuk tetap tenang, peka terhadap situasi, dan tidak mudah panik. Kembalilah beraktivitas seperti biasa dan jangan terpengaruh oleh berita bias atau informasi hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tegas IPDA Hermansyah.
_Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku Utara, 2 April 2026_
















