Halmahera Barat – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Halmahera Barat sejak (8/1/2026) menyebabkan banjir di Kecamatan Ibu. Luapan sungai merendam permukiman warga di Desa Tongute Ternate, Desa Gamlamo, dan Desa Gamici, sehingga memaksa aparat kepolisian bersama unsur terkait melakukan evakuasi dan penanganan darurat.

Peristiwa banjir terjadi dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 4 meter. Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam bahkan mengalami kerusakan, serta menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Sebagian warga berhasil dievakuasi ke kantor desa dan rumah warga yang berada di dataran lebih tinggi, sementara sebagian lainnya memilih bertahan di rumah untuk mengamankan barang berharga.
Kasat Samapta Polres Halmahera Barat AKP Ofan Abdurachman memimpin langsung kegiatan evakuasi korban banjir bersama personel Sat Samapta, yang didukung 1 regu Brimob dan 1 regu Polair. Kegiatan evakuasi dan penanganan dilaksanakan sejak Kamis, 8 Januari 2026, pukul 08.00 WIT hingga selesai.
“Personel kami bersama Brimob dan Polair bergerak cepat menuju lokasi bencana untuk melakukan evakuasi, mitigasi, serta membantu warga terdampak banjir,” ujar AKP Ofan.
Selain evakuasi, aparat gabungan juga melakukan pembersihan puing-puing dan kayu hanyut, membantu membersihkan permukiman warga serta masjid, serta melakukan pendataan jumlah warga terdampak.
Akibat banjir tersebut, wilayah terdampak juga mengalami pemadaman listrik dan gangguan jaringan telekomunikasi. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat telah menyalurkan bantuan awal berupa beras sebanyak 1.000 sak kepada warga terdampak.
Hingga saat ini, situasi di lokasi banjir berangsur kondusif. Aparat kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan pemantauan serta membantu pemulihan pascabanjir.













