LOLODA TENGAH – Di tengah cuaca ekstrem yang melanda perairan Maluku Utara, personel Polsek Loloda bersama warga berhasil mengevakuasi seorang nelayan penjaga rakit (rompong) yang hanyut terbawa arus hingga ke perairan Desa Bakun Pantai, Loloda Tengah, Kamis (08/01/2026).

Nelayan tersebut diketahui bernama Junior Lumayan, warga Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Ia terombang-ambing di laut selama satu hari satu malam setelah rompong yang dijaganya di perairan Pulau Doi, Halmahera Utara, mengalami putus jangkar akibat dihantam gelombang setinggi 4 meter pada Rabu pagi.
Kapolsek Loloda melaporkan bahwa evakuasi bermula saat anggota Polri, Bripka Munawir Umsohi, bersama Kepala Desa Gamkahe dan seorang warga, melihat keberadaan rakit yang hanyut di posisi sekitar 10 mil dari bibir pantai. Menggunakan body fiber bermesin 15 PK, tim gabungan menerjang ombak untuk menjangkau korban.
“Korban ditemukan dalam kondisi lemas namun sehat secara fisik setelah hanyut sejauh puluhan mil dari titik awal. Saat ini korban sudah kami amankan di Mes PT TUB Desa Bakun Pantai untuk pemulihan kondisi,” ujar Kapolsek.
Aksi cepat tanggap personel Polsek Loloda ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan Polri dalam melindungi keselamatan jiwa masyarakat, terutama di tengah situasi bencana alam dan cuaca buruk yang sedang melanda wilayah Halmahera Barat.
Pihak PT TUB menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pemulangan Junior Lumayan ke kampung halamannya di Minahasa Selatan. Saat ini, kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses pemulangan berjalan lancar.
Rekomendasi Momentum untuk Citra Positif:
* Highlight Kerjasama: Tekankan bahwa polisi bekerja bahu-membahu dengan Kepala Desa dan warga. Ini menunjukkan Polri menyatu dengan rakyat.
* Fakta Jarak (10 Mil): Menggunakan kapal mesin kecil (15 PK) sejauh 10 mil di tengah gelombang 3-4 meter adalah fakta yang kuat untuk menunjukkan keberanian personel tanpa perlu kata-kata “lebay”.
* Humanis: Fokus pada keselamatan nyawa korban sebagai prioritas tertinggi di tengah rentetan bencana banjir dan longsor di wilayah daratan Halbar.










