Halmahera Barat, 24 Maret 2026 — Warga Desa Tataleka, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, digegerkan dengan penemuan seorang remaja yang meninggal dunia akibat gantung diri di sebuah kebun milik orang tuanya, Selasa (24/3/2026).

Korban diketahui bernisial (F) (18), seorang laki-laki yang berdomisili di Desa Tataleka. Ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tergantung menggunakan seutas tali di pohon mangga di area kebun milik ayahnya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban. Berdasarkan keterangan ibu korban, Nurlaila Kasim, kejadian bermula saat korban meninggalkan rumah sejak Minggu (15/3/2026) setelah diketahui pergi bersama pacarnya tanpa sepengetahuan keluarga.
Korban sempat kembali ke rumah pada Senin pagi (16/3/2026), namun kembali pergi dan tidak diketahui keberadaannya. Keluarga kemudian melakukan pencarian hingga melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian pada Rabu (18/3/2026).
Pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIT, kedua orang tua korban menuju kebun milik mereka setelah menerima petunjuk berupa tulisan di papan rumah kebun yang bertuliskan “di pohon mangga”. Saat dilakukan pengecekan, korban ditemukan telah meninggal dunia.
Pihak kepolisian dari Polsek Jailolo Selatan bersama tim gabungan Reskrim Polres Halmahera Barat dan Unit INAFIS segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena medan menuju lokasi kebun yang sulit, dengan jarak sekitar 7 kilometer dan kondisi jalan yang terjal.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sidangoli untuk dilakukan visum et repertum guna mengetahui penyebab pasti kematian. Pihak keluarga juga menyatakan kesediaannya untuk dilakukan autopsi.
Dugaan sementara, korban mengalami tekanan psikologis dan ketakutan terhadap ayahnya setelah peristiwa pergi bersama pacarnya tanpa izin, sehingga diduga nekat mengakhiri hidupnya.
Setelah proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban diserahkan kembali kepada pihak keluarga pada malam hari untuk dimakamkan di Desa Tataleka.
Pihak kepolisian masih menunggu hasil resmi pemeriksaan medis yang dijadwalkan akan disampaikan pada Rabu (25/3/2026).









