HALMAHERA BARAT — Satuan Samapta Polres Halmahera Barat meningkatkan kegiatan patroli malam dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya mencegah konsumsi minuman keras (miras) di tempat umum serta potensi gangguan yang melibatkan anak muda.

Kegiatan patroli dilaksanakan pada Rabu malam, 9 September 2026, mulai pukul 21.00 WIT hingga selesai, dengan menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan dijadikan tempat berkumpulnya anak muda.
Patroli dipimpin oleh Aipda Abd. Rahman Falila selaku Kanit Turjawali, bersama sembilan personel Patroli Samapta Polres Halmahera Barat.
Adapun sejumlah lokasi yang menjadi sasaran patroli yakni Lapangan Sasadu Desa Acango, kawasan Festival Teluk Jailolo (FTJ), serta sejumlah lokasi yang sering dijadikan tempat tongkrongan anak muda.
Dalam kegiatan tersebut, personel menemukan beberapa kelompok anak muda yang sedang berkumpul dan diduga mengonsumsi minuman keras di tempat umum. Petugas kemudian memberikan teguran serta imbauan secara humanis agar mereka tidak mengonsumsi miras di ruang publik karena dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.
Kelompok yang masih melakukan aktivitas minum miras juga diarahkan untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Petugas turut mengingatkan agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu keributan, tawuran maupun tindak pidana lainnya.
Selain penertiban miras, personel juga melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap sejumlah kelompok anak muda yang masih berkumpul hingga larut malam.
Petugas memberikan edukasi Kamtibmas dan mengingatkan para remaja agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memicu keributan atau tawuran. Mereka juga diimbau menghindari pergaulan yang dapat merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.
Kasat Samapta Polres Halmahera Barat menegaskan bahwa kegiatan patroli tersebut merupakan langkah preventif untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat pada malam hari.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi patroli dapat dikendalikan secara persuasif dan humanis. Tidak ditemukan adanya aksi tawuran maupun balap liar, sementara masyarakat memberikan respons positif terhadap kehadiran personel Polri dalam menjaga keamanan lingkungan.
















