HALMAHERA BARAT – Musyawarah Besar (MUBES) IV Suku Wayoli Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 resmi dibuka di Desa Tabobol, Kecamatan Ibu Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, Rabu (21/10/2026).

Mengusung tema “Persaudaraan yang Kokoh, Wayoli Kuat,” kegiatan ini dihadiri Wakil Gubernur Maluku Utara Hi. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I., Plt. Kapolres Halmahera Barat AKBP Muhamad Musni, S.E., S.I.K., Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, serta tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta.
Dalam forum tersebut, Ketua Suku Wayoli Provinsi Maluku Utara, Rinto Jalali, menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat adat, di antaranya perlindungan tanah adat, pelestarian budaya leluhur, pembentukan peraturan daerah tentang masyarakat hukum adat, perlindungan masyarakat pesisir, serta penyelesaian persoalan tanah dan sertifikat warga.
Wakil Bupati Halmahera Barat Djufri Muhamad menekankan pentingnya menelusuri sejarah Suku Wayoli melalui sumber yang dapat dipercaya, sekaligus menjaga identitas budaya dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Sementara itu, Wakil Gubernur Maluku Utara mengapresiasi pelaksanaan MUBES IV dan berharap musyawarah tersebut menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga menegaskan pentingnya kejelasan status tanah adat serta mendorong program pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan nelayan serta petani.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi MUBES, penyerahan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, persembahan tarian oleh siswa-siswi, foto bersama, dan jamuan kasih.
Kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Melalui MUBES IV ini, diharapkan persatuan masyarakat Suku Wayoli semakin kuat, hak-hak masyarakat adat mendapat perhatian, serta budaya dan warisan leluhur tetap terjaga bagi generasi mendatang.
Siap siaga,peka dan proaktif











