Aktivitas Vulkanik Gunung Ibu Meningkat, Polisi Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat menunjukkan peningkatan frekuensi letusan. Meski demikian, status aktivitas Gunung Ibu saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Rabu, (9/9).

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Halmahera Barat hingga saat ini juga terpantau aman dan kondusif.

Berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Ibu, pada hari ini tercatat tiga kali erupsi secara beruntun.

Erupsi pertama terjadi pada pukul 09.19 WIT, dengan kolom abu teramati setinggi kurang lebih 600 meter berwarna kelabu tebal. Sebaran abu terbawa angin ke arah Timur Laut dan Timur, setelah sebelumnya kolom abu condong ke arah Utara.

Erupsi susulan kemudian terjadi pada pukul 11.54 WIT dan 12.01 WIT, dengan tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara jelas karena tertutup kabut.

Kabidhumas Polda Maluku Utara Kombes Pol. Hadi Poerwanto, S.I.K., CPHR, CBA. menjelaskan bahwa dalam rangka menanggapi kondisi terkini aktivitas vulkanik gunung Ibu, Polres Halmahera Barat bersama jajaran terus meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah masyarakat terdampak aktivitas vulkanik.

Melalui Personel Sat Samapta dan Polsek Ibu, Polisi memperketat penjagaan serta melakukan sterilisasi pada jalur perkebunan yang mengarah ke zona bahaya, khususnya radius 2 kilometer dan sektoral 3,5 kilometer, guna mencegah warga memasuki kawasan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Selain itu, Bhabinkamtibmas disiagakan di sejumlah desa yang berada di wilayah Timur Laut dan Timur untuk mengantisipasi dampak hujan abu. Personel juga memberikan masker serta mengimbau masyarakat menggunakan kacamata pelindung ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar Gunung Ibu, agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

“Masyarakat kami imbau untuk tidak panik, tetapi tetap mengikuti arahan dan informasi resmi dari pemerintah maupun pihak berwenang. Jangan memasuki zona yang telah ditetapkan sebagai kawasan berbahaya demi keselamatan bersama,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya, khususnya terkait perkembangan aktivitas Gunung Ibu.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan akan disampaikan melalui sumber resmi sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak menimbulkan kepanikan,” tambahnya.

Dalam rangka mengantisipasi penyebaran informasi yang tidak benar, Seksi Humas Polres Halmahera Barat bersama Sat Intelkam juga terus melakukan penyebaran informasi dan infografis resmi kepada masyarakat.

Di sisi lain, Polres Halmahera Barat telah menyiagakan kekuatan personel dalam status On Call di Mako Polres, lengkap dengan kendaraan operasional serta sarana dan prasarana SAR yang sewaktu-waktu dapat digerakkan apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat.

“Kami bersama jajaran Polres Halmahera Barat terus memonitor perkembangan situasi. Kesiapsiagaan personel ditingkatkan, dan yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, waspada, menggunakan masker apabila terjadi hujan abu, serta selalu mengikuti informasi resmi mengenai perkembangan Gunung Ibu,” tegasnya.

Polda Maluku Utara bersama Polres Halmahera Barat akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna memastikan langkah-langkah penanganan dan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

_Subbid Penmas Bidhumas Polda Maluku Utara, 9 September 2026_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *